• Minggu, 3 Juli 2022

Kampus ITB Cirebon akan Gelar Tiga Program Studi Tahun Akademik 2021/2022

- Minggu, 9 Januari 2022 | 18:00 WIB
Tangkapan layar situs resmi ITB (www.itb.ac.id)
Tangkapan layar situs resmi ITB (www.itb.ac.id)

MEDIANEKITA.COM - Institut Teknologi Bandung (ITB) memperluas jangkauan pendidikannya dengan mendirikan kampus di luar Bandung.

Akan ada dua kampus di Cirebon, yakni Kampus Arjawinangun dan Kampus Watubelah.

Kampus ITB di Cirebon diperkirakan akan bisa menampung 10 ribu mahasiswa.  

Baca Juga: Anya Geraldine Unggah Hal Lucu Saat Adegan Pelukan dengan Jefri Nichol

"Pembangunan Kampus Arjawinangun sejauh ini mengikuti rencana induk (masterplan) yang sudah disusun untuk berkapasitas sekitar 10 ribu mahasiswa," kata Ketua Program ITB Kampus Cirebon Dr Ir Iwan Kustiwan, dalam siaran pers Humas ITB, Minggu.

Dikatakan Iwan Kustiwan terdapat tujuh program studi yang dibuka di ITB Kampus Cirebon di antaranya Kriya, Teknik Industri, Perencanaan Wilayah dan Kota, Teknik Geofisika, Teknik Pertambangan, Teknik Perminyakan, dan Oseanografi. Tetapi, aktivitas program studi tersebut masih berlangsung di Kampus Jatinangor untuk saat ini.

Pelaksanaan perkuliahan perdana di ITB Cirebon rencananya akan berlangsung pada 17 Januari 2022 nanti.

Namun, untuk tahap awal proses perpindahan dan pelaksanaan kegiatan akademik Semester II-2021/2022 baru akan dilaksanakan untuk mahasiswa Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota, Teknik Industri, dan Kriya.

Baca Juga: Bantai Valencia, Real Madrid makin kokoh duduki puncak klasemen La Liga Spanyol

Kampus ITB Cirebon sendiri sudah berdiri sejak 2016 dan kampus tersebut merupakan kerja sama antara Kemenristekdikti, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Cirebon, dan pihak ITB sebagai pengembangan ITB Multikampus (Kampus Ganesha, Jatinangor, dan Cirebon) sekaligus pengembangan PSDKU (Program Studi di Luar Kampus Utama).

"Untuk semester 2 tahun akademik 2021/2022, mahasiswa yang akan belajar di Kampus Arjawinangun berasal dari Program Studi Teknik Industri, Perencanaan Wilayah dan Kota, dan Kriya angkatan 2019 dan 2020," kata dia.

"Program Studi Teknik Geofisika dan Oseanografi akan mengikuti kegiatan akademik pada semester1 tahun akademik 2022/2023, sedangkan Program Studi Teknik Pertambangan dan Perminyak akan dilaksanakan pada tahun berikutnya. Perpindahan kegiatan akademik untuk 7 program studi tersebut dilakukan secara bertahap," lanjut Iwan.

Iwan menambahkan, rencana kepindahan kegiatan akademik bagi ketiga program studi tersebut dilaksanakan dalam pertimbangan infrastruktur dan sarana kampus yang sudah siap.***

Editor: Dinata Firmansyah

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X