• Minggu, 3 Juli 2022

Studi Ilmiah UC3M Menemukan Media Sosial Lebih Banyak di Akses Masyarakat Missqueen

- Rabu, 26 Januari 2022 | 14:00 WIB
Ilustrasi media sosial (pixabay)
Ilustrasi media sosial (pixabay)

Para peneliti menyoroti beberapa kemungkinan konsekuensi dari perbedaan penggunaan ini: “Karena platform, seperti YouTube, atau jejaring sosial, seperti Facebook, telah digunakan untuk menyebarkan informasi yang salah, dan penggunaan platform ini relatif lebih tinggi di area di mana populasi memiliki tingkat pendidikan yang lebih rendah dan pendapatan yang lebih rendah, efek dari kesalahan informasi ini kemungkinan akan lebih memengaruhi daerah-daerah ini,” jelas Esteban Moro, dari Departemen Matematika UC3M.

Makalah yang baru-baru ini diterbitkan dalam Journal of The Royal Society Interface menggunakan data telepon teragregasi anonim di Prancis untuk memprediksi variabel sensus.

Para peneliti percaya bahwa, karena globalisasi, hasil ini dapat diterapkan ke negara-negara dengan budaya dan kesejahteraan serupa, seperti negara-negara di sekitar Eropa dan Amerika Utara.

Baca Juga: Terkait Temuan Kerangkeng Manusia, Ali Fikri: KPK Fokus Kejar Kasus Korupsi Bupati Langkat

Kesenjangan digital dalam penggunaan yang mereka deteksi sangat besar untuk jenis layanan tertentu, seperti media sosial, streaming audio dan visual, email, dan konsumsi konten berita.

“Ini adalah hasil yang cukup mengejutkan, terutama mengingat analisis telah dilakukan di puluhan kota di negara maju Eropa, di mana dapat diasumsikan bahwa kesenjangan digital akan tertutup karena ketersediaan akses broadband seluler yang ada di mana-mana, ” catat penulis studi lainnya, Marco Fiore, seorang peneliti di IMDEA Networks Institute.

Dalam studi ini, para ilmuwan telah menunjukkan, secara kuantitatif dan dalam skala besar, validitas hipotesis tentang heterogenitas penggunaan layanan seluler oleh kelompok sosial ekonomi yang berbeda untuk pertama kalinya.

“Sebelum penelitian kami, hipotesis ini hanya divalidasi menggunakan studi kualitatif pada kelompok kecil individu. Menunjukkan bahwa fenomena ini berlaku untuk ratusan ribu pengguna merupakan langkah maju yang penting,” tutup Esteban Moro.***

Halaman:

Editor: Rifqi Musthofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X