• Minggu, 3 Juli 2022

Gagas Koalisi Indonesia Bersatu: Belajar Kekalahan Pilpres 2019, PAN Berharap Ada Tiga Pasang Calon Presiden

- Sabtu, 21 Mei 2022 | 18:00 WIB
Ketua Umum DPP PAN, H. Zulkifli Hasan, S.E., M.M
Ketua Umum DPP PAN, H. Zulkifli Hasan, S.E., M.M

MEDIANEKITA.COM - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan berharap pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Pemilu 2024 lebih dari dua pasang calon agar suara rakyat bisa terbagi merata di seluruh Indonesia, menyusul terbentuknya Koalisi Indonesia Bersatu yang digagas Golkar, PAN dan PPP.

Agar tidak mengulang kekalahan pada Pilpres 2019, pihaknya langsung merespons tawaran parpol untuk menjadi bagian dari koalisi Indonesia Bersatu sebab pada setiap pemilu parpol memiliki politik kekuasaan.

"Disampaikan kepada seluruh pengurus, kami menggagas Koalisi Indonesia Bersatu. Untuk apa? Karena dua kali kita pilpres calonnya dua, kita terjadi pembelahan sampai ke dusun dan kampung-kampung. Kita berharap pilpres akan datang, kalau bisa calonnya tiga. Syukur-syukur bisa lebih," katanya.

Baca Juga: Jatah Kuota Haji Indonesia Terbanyak di Dunia, Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Komitmen Tingkatkan Pelayanan

Ia mengatakan, langkah itu menjadi bagian dari usaha sehingga pasangan calon Presiden pada Pemilu 2024 tidak hanya ada dua.

"Kalau bisa, namanya juga usaha. Apalagi, kami partai nomor delapan. Akan tetapi, kami mencoba agar pilpres jangan dua (paslon) lagi, kalau bisa tiga atau empat. Tiga lebih bagus," paparnya.

Pada saat Pilpres 2019, pihaknya telah berjuang untuk syarat ambang batas pencalonan. Namun, waktu itu PPP masih koalisi dengan PAN. Akan tetapi, belakangan berubah sehingga kalah dan syarat tetap 20 persen.

Baca Juga: Jokowi Cabut Larangan CPU, Organisasi Petani Sawit Indonesia Apresiasi Presiden

"Oleh karena itu, kami coba karena ini 20 persen supaya menghindari dua (paslon). Nanti kami coba dan dahului supaya ada tiga. Nah, kalau ada tiga 'kan seru," ujarnya.

Kendati demikian, bercermin dari pengalaman Pilpres 2019 saat PAN ikut mengusung Prabowo Subianto berpasangan Sandiaga Salahuddin Uno (Prabowo-Sandi). Akan tetapi, kalah karena beberapa kekuatan besar ikut mendukung rivalnya, Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Halaman:

Editor: Hudallah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X