• Sabtu, 24 September 2022

Pemaparan Islah Bahrawi di Hadapan Taruna IPDN Dinilai Wasekjen Gerindra Memuat Unsur Islamophobia

- Senin, 19 September 2022 | 10:21 WIB
Direktur Eksekutif JMI Cak Islah Bahrawi (Istimewa)
Direktur Eksekutif JMI Cak Islah Bahrawi (Istimewa)

MEDIANEKITA.COM - Wakil Sekretaris Partai Gerindra Azis Subekti menilai pemaparan yang dilakukan oleh Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia, Islah Bahrawi memuat unsur Islamophobia.

Azis Subekti menilai bahwa narasi pemaparan Islah Bahrawi itu cenderung subjektif dan akan memicu kesalahpahaman terhadap Islam.

Menurut Azis Subekti, narasi Islah Bahrawi itu akan mengarah pada relativisme agama. Hal itu disampaikan Azis melalui akun Twitter miliknya.

"Pak @mohmahfudmd apa ini bisa dikategorikan islamophobia di tubuh institusi pemerintah Jelas cara menyampaikan narasi cenderung subjektif akan memicu kesalahpahaman terhadap Islam dan ini mengarah pada relativisme agama yang membahayakan semua agama…." cuit Azis Subekti seraya menandai Menkopolhukam Mahfud MD Senin 19 September 2022. 

Baca Juga: Selain Tanda Kehormatan Kerajaan Inggris, Sir Azyumardi Azra Juga Menerima Tanda Kehormatan Dari Kaisar Jepang

Sebelumnya, potongan video Islah Bahrawi saat menjadi narasumber di IPDN pada Juni 2022 lalu beredar luas di media sosial.

Dalam pemaparannya yang diunggah oleh Azis Subekti, Islah Bahrawi menceritakan mengenai kronologis penangkapan terduga teroris yang dilakukan oleh Densus 88.

"Ketika kemarin Densus 88 melakukan penangkapan sebanyak 22 orang secara serentak di semua sekitar Poso... ada salah satu anak muda yang saya wawancarai, saya interogasi" kata Islah dalam video tersebut.

Menurut Islah Bahrawi anak tersebut berusia masih relatif muda yakni belum genap 17 tahun. "Dia ditangkap karena ingin melakukan aksi teror, melakukan latihan militer untuk naik ke Gunung Biru (tempat persembunyian teroris Santoso cs)" ungkapnya.

Halaman:

Editor: Rifqi Musthofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X