• Kamis, 26 Mei 2022

Dua Santriwati di Banyumas Mengaku Diculik dan Diperkosa, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan!

- Rabu, 26 Januari 2022 | 16:30 WIB
Ilustrasi pelecehan seksual. Polresta Banyumas menegaskan laporan penculikan dan pemerkosaan dua santriwati ternyata bohong.
Ilustrasi pelecehan seksual. Polresta Banyumas menegaskan laporan penculikan dan pemerkosaan dua santriwati ternyata bohong.

MEDIANEKITA.COM - Dua orang santriwati mengaku dirinya menjadi korban pemerkosaan dan penculikan di Banyumas Jawa Tengah.

Atas laporan tersebut Petugas Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Banyumas, Jawa Tengah, langsung melakukan penyelidikan.

Dari hasil penyelidikian polisi mengungkap bahwa kedua santriwati itu telah melakukan kebohongan dengan mengaku sebagai korban penculikan dan pemerkosaan.

Baca Juga: Studi Ilmiah UC3M Menemukan Media Sosial Lebih Banyak di Akses Masyarakat Missqueen

Hal itu disampaikan oleh Kapolresta Banyumas, Komisaris Besar Polisi Edy Suranta Sitepu, didampingi Kasatreskrim, Komisaris Polisi Berry, di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu 26 Januari 2022

"Dua santriwati tersebut berinisial H (14) dan R (14). Terungkapnya kasus itu berawal dari pengaduan keluarga mereka ke Polsek Wangon," kata Edy.

Sebelumnya, pihak keluarga mengadukan bahwa santriwati yang berasal dari Subang, Jawa Barat, dan Cakung, Jakarta Timur, itu telah menjadi korban penculikan dan pemerkosaan yang kemudian dibuang di wilayah Kecamatan Wangon, Banyumas, pada Jumat 21 Januari 2022.

Baca Juga: Mark Zuckeberg Umumkan Tim Risetnya Telah Membuat Kecerdasan Buatan Paling Cepat dan Mumpuni di Dunia

H dan R sendiri merupakan santriwati salah satu pondok pesantren di Kecamatan Kebasen, Banyumas.

Halaman:

Editor: Rifqi Musthofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X