• Kamis, 26 Mei 2022

Terjawab Sudah Alasan Pemerintah Bubarkan FPI, dari Video Afiliasi ke ISIS Hingga Kepala Dipenggal

- Rabu, 26 Januari 2022 | 21:48 WIB
Kepala BNPT, Komjen Boy Rafli bilang FPI lebih banyak mudarat daripada manfaatnya. (Instagram @boyrafliamar)
Kepala BNPT, Komjen Boy Rafli bilang FPI lebih banyak mudarat daripada manfaatnya. (Instagram @boyrafliamar)

MEDIANEKITA.COM - Pemerintah resmi membubarkan Front Pembela Islam (FPI) pada akhir Desember 2020.

Setelah satu tahun pasca pembubaran FPI, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar buka-bukaan mengenai alasan pembubaran tersebut.

Kepala BNPT mengungkapkan bahwa banyak bukti yang dikumpulkan pemerintah dalam proses pembubaran FPI.

Baca Juga: Densus 88 Bangun Kampung Tangguh Ideologi, Habib Syakur bin Ali: Di Kampung Banyak Propaganda Tak Lazim!

Di antaranya pemerintah menemukan bukti terdiri dari video, hingga statement FPI yang menyatakan dukungan terhadap organisasi teroris ISIS.

“Adanya maklumat di medsos, terdapat adanya video-video statement-statement menyatakan mendukung kegiatan-kegiatan organisasi yang dilarang," ujar Boy Rafli.

Selain video berisi statement yang mendukung ISIS, pemerintah juga menemukan bukti adanya video pelatihan dan tindakan-tindakan yang menjurus ke ISIS.

Baca Juga: Bakar bin Smith Ungkap Sisi Lain Habib Kribo yang Penuh Dengan Dinamika

"Ada gambar-gambar rekaman video seolah-olah sedang persiapan berlatih, atau melakukan tindakan-tindakan sebagaimana video yang beredar terkait aktivitas entitas ISIS, model kepala dipenggal,” imbuhnya.

Halaman:

Editor: Iswah Yudi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X