• Minggu, 3 Juli 2022

Filosofi di Balik Ritual Lempar Jumroh

- Kamis, 23 Juni 2022 | 14:40 WIB
lempar jumroh (diy.kemenag.go.id)
lempar jumroh (diy.kemenag.go.id)

MEDIANEKITA.COM – Setelah menyelesaikan ritual wukuf di Arafah, jamaah haji mulai menuju Muzdalifah untuk mabit.

Pada saat mabit di Muzdalifah, jamaah haji mencari batu yang akan digunakan untuk melempar jumroh keesokan harinya. Batu kerikil yang diambil berjumlah 70 atau 49 butir, tergantung dari lama menginap di Muzdalifah.

Lempar jumroh merupakan salah satu rukun dalam ibadah haji, dimana Jemaah haji melemparkan kerikil kea rah tiga buah tiang yang ada di kota Mina. Ketiga tiang itu adalah jumroh aqabah, jumroh ula, dan jumroh wustha.

Baca Juga: Tradisi Unik di Indonesia, Ngalap Berkah atau Antar Kerabat Berangkat Haji. Simak Informasi Lengkapnya di Sini

Asal mula lempar jumroh disabdakan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wasallam yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, Iblis menampakkan diri di hadapan Nabi Ibrahim Ketika beliau sedang melakukan ibadah haji. Nabi Ibrahim kemudian melempari iblis itu dengan tujuh kerikil sampai iblis itu masuk ke dalam tanah. Pada saat itu Nabi Ibrahim berada di lokasi jumroh aqabah.

Iblis menampakkan diri lagi di lokasi jumroh ula, kemudian Nabi Ibrahim melempari iblis itu tujuh kerikil sampai iblis masuk ke dalam tanah. Belum menyerah, Iblis menampakkan diri lagi di lokasi jumroh wustha, Nambi Ibrahim pun melemparnya lagi dengan tujuh kerikil sampai iblis kembali masuk ke dalam tanah.

Baca Juga: Haji 2022: Momen Presiden Haramain Sheikh Abdul Rahman Sudais Bantu Jamaah yang Gunakan Kursi Roda Bertawaf

‘Kalian merajam setan, bersamaan dengan itu (lempar jumroh) kalian mengikuti agama ayah kalian, Ibrahim;’ sabda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam kemudian.

Ibnu Abbas menuturkan bahwa maksud dari ‘merajam setan’ saat lempar jumroh itu bukan berarti kita sedang melempari setan yang berada di lokasi lempar jumroh, melainkan kita membuat setan ‘kesakitan’ dengan selalu mengingat Allah dan mentaatiNya.

Baca Juga: Estimasi Keberangkatan Haji Menunggu Hingga 90 Tahun, Berikut Penjelasan Lengkap Kemenag

Halaman:

Editor: Fiqih Sampurna

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X